Volks.id – Cara pemanasan sebelum olahraga yang dilakukan dengan baik dan benar mampu mengurangi risiko cedera. Ada baiknya melakukan pemanasan sekitar 5 sampai 10 menit sebelum melakukan olahraga.
Hal ini bertujuan untuk menyiapkan tubuh terhadap kegiatan yang lebih berat. Selain itu gerakan ini juga terbilang cukup penting untuk mendukung kinerja otot dan jantung selama berolahraga.
Anda juga harus mengetahui bagaimana cara melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Bukan hanya bermanfaat untuk menyiapkan tubuh saja namun juga mampu mengurangi cedera pada otot selama berolahraga.
Cara Pemanasan Sebelum Olahraga yang Baik dan Benar
Pemanasan sebelum melakukan olahraga tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Meski terlihat sepele namun salah gerakan saat pemanasan juga mampu memicu cedera ketika berolahraga.
Selain itu gerakan yang sembarangan juga hanya akan membuat Anda menjadi kelelahan. Demi mengurangi cedera saat berolahraga berikut beberapa cara pemanasan yang bisa dilakukan.
1. Bagian Lengan dan Kepala
Cara pemanasan sebelum olahraga harus dilakukan pada seluruh bagian tubuh mulai dari kepala hingga kaki. Langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah melemaskan bagian otot leher dengan melakukan gerakan kepala.
Gerakan yang dilakukan dengan cara memalingkan wajah ke kiri, kanan, atas dan bawah mampu membantu melemaskan otot lengan dan kepala. Saat melakukannya jangan lupa tambahkan sedikit tekanan pada area janggut menggunakan telapak tangan.
Setelah itu lakukan gerakan memutar dengan mengambil arah ke kiri dan ke kanan secara bergantian. Lakukan secara perlahan hingga seluruh bagian otot leher terstimulus.
Memutar leher juga bisa dilakukan dalam 2 kali 8 hitungan. Pastikan untuk tidak melakukannya terlalu cepat sebab hanya akan memberikan efek pusing dan hilangnya keseimbangan.
2. Bagian Bahu
Meski bagian bahu sudah mengalami pergerakan saat melakukan pemanasan lengan, penting untuk menambahkan gerakan khusus. Cara pemanasan sebelum olahraga bisa mulai dengan gerakan memutar lengan ke belakang dan ke depan.
Lakukan secara perlahan namun berikan sedikit penekanan setiap putarannya. Bahu sering kali menjadi tempat tumpuan bobot tubuh saat berolahraga. Jika tidak dilemaskan dengan tepat maka akan terjadi kram di tengah-tengah latihan.
3. Tubuh Bagian Atas
Ketika masing-masing bagian tubuh sudah dilemaskan kini Anda bisa berlanjut ke gerakan yang melibatkan seluruh komponen tubuh bagian atas. Mulai dari pinggul, lengan, punggung dan leher.
Cara pemanasan sebelum olahraga ini bisa dimulai dengan mengambil sikap tegap dan kaki membuka selebar bahu. Condongkan tubuh hingga membentuk sudut 90°. Luruskan tangan kemudian ayunkan ke arah kiri dan kanan.
Setelah itu, bisa melanjutkannya dengan gerakan membungkuk dan posisi lutut tetap lurus. Sentuh bagian ujung kaki secara bergantian menggunakan kedua tangan.
4. Bagian Lutut
Lutut menjadi tumpuan bagi keseluruhan berat badan. Biasanya seseorang banyak mengalami cedera berupa nyeri pada bagian tersebut akibat otot yang tidak fleksibel. Jadi pemanasan lutut merupakan salah satu rangkaian yang tidak boleh dilewatkan.
Terdapat beberapa cara pemanasan sebelum olahraga untuk bagian lutut. Gerakan pertama tekuk lutut secara bergantian kemudian tahan posisi tersebut dengan tangan sebanyak dua kali delapan hitungan.
Kedua tekuk lutut ke arah samping depan kemudian tahan dengan repetisi sama. Gerakan ini bermanfaat untuk melatih kadar keseimbangan tubuh.
5. Bagian Kaki
Cara pemanasan ini dikhususkan pada bagian sendi di pergelangan kaki. Anda hanya perlu melakukan gerakan jinjit secara bergantian kemudian putar pergelangan kaki ke arah depan dan belakang.
Repetisi gerakan ini sama halnya dengan latihan sebelumnya sebanyak dua kali delapan hitungan. Meski pemanasan pergelangan kaki terlihat sepele namun jangan pernah dilewatkan. Sebab risiko cedera pada bagian ini juga terbilang cukup besar.
Pemanasan memiliki peranan untuk memberi pesan pada tubuh akan melakukan gerakan lebih berat. Ketika pesan diterima maka tubuh menjadi lebih siap. Cara pemanasan sebelum olahraga mampu membuat tubuh beradaptasi dengan perubahan hormon dan kinerja otot.